danbo

Gelisahmu

Aku tidak tahu apakah ini kutukan. Seseorang pernah mengatakan padaku tentang ketidaksetiaannya. Aku menyanggah, mencoba buyar kan segala apa yang dikatakan orang tersebut walau kemudian akhirnya aku menyerah dengan segala apa yang hadir di depan mata. Dari dulu, aku selalu duduk dalam posisi mengawasi, bersabar dalam keadaan untuk terus melihat apakah dia akan kembali. Tapi yang aku dapatkan, dia terus mengulangi.

Saat dia ingin pergi, selalu aku katakan: nanti engkau kehilangan tempat untuk kembali. Mungkin karena alasan itu dia menjadi resah. Ingin bebas namun ingin juga merasa aman seperti dalam sangkar. Maka dia pun urung untuk melebarkan sayapnya untuk terbang tinggi, urung meninggalkan aku yang sendiri di dalam gua dalam tubuh penuh luka. Maka aku bersyukur tentang hal itu.

Walau aku terus melihat gelisah. Tentang jiwa yang ingin berkisah, tidak cuma terapung dalam danau dangkal lagi keruh. Jiwa yang ingin segera bebas, menembus langit tinggi dan cakrawala. Jiwa yang geram dengan semua yang hadir dalam mayapada.

Mungkin sebenarnya aku hanya ingin menghibur diri. Tentang takdir yang aku rasa berhak untuk aku miliki. Tentang jiwa yang aku kurung kebebasannya untuk terbang tinggi, agar tidak lagi aku sendiri di dalam gua lagi gelap dan sempit ini. Ya! Aku hanya menghibur diri.

(more…)

Proxy Script

Script Proxy ITB

Jadi ceritanya, lab saya itu mengganti router, dan alokasi IP juga berganti. Kalau dulu ketika terhubung dengan internet di lab langsung mendapatkan IP public sekarang kita cuma terhubung ke IP lokal. Otomatis, automatic proxy script yang dulu saya ceritakan tidak bisa digunakan lagi. Itu karena laptop saya tidak lagi mendapatkan IP public 167.205.xxx.xxx punyanya ITB.

Agak sebal juga sih, karena sekarang harus bolak-balik ganti proxy secara manual setiap ada di lab atau di kosan. Bisa saja tetap menggunakan proxy ITB dengan catatan kalau di kosan saya menggunakan VPN ITB. Tapi malas juga kalau menggunakan VPN ITB, karena torrent diblokir, kan jadinya puasa download. Hehehe… 🙂

Setelah sekian lama hidup dalam kegalauan ini, akhirnya aku memutuskan untuk keluar dari zona acak-kadut ini. Karena susah mengontrol IP dari router seperti yang dulu-dulu, maka saya buat saja script pengganti proxy. Memang tetap mengandalkan klik, tetapi jauh lebih nyaman daripada harus mengganti proxy secara otomatis.

(more…)

Master Oogway

Rahasia Bahagia

The more you take, the less you have.

— Master Oogway

Berapa banyak yang kita ambil, tetapi tidak pernah mencukupi. Kita terus haus untuk segala hal. Tidak pernah puas dengan segalanya. Kepuasan itu seperti lautan, kadang kita tidak mengenal sampai di mana dasarnya. Semakin ke dalam, semakin menyesakkan, semakin menjauh dari cahaya. Semakin membuat kita buta.

Mereka yang memberi, adalah mereka yang berkecukupan. Mereka yang tidak terikat. Mereka yang lepas dari segala jerat. Sesuatu yang sesungguhnya semua orang mencari, tapi tidak menemukan. Sesuatu yang kita sebut sebagai rasa puas.

Dunia itu seperti jaring. Mengekang dan menjerat. Kita terus menggali, menegak sampai kembung tapi tidak pernah membuat kita untuk berhenti. Bahkan, jika telah ada di langit ke tujuh, kita mencari langit ke delapan. Dan anehnya, saat kita memiliki banyak hal, kita tidak rela melepaskan sedikit hal.

(more…)

hantu

Hantu Lab

Sampai sekarang, saya masih berkeyakinan, bahwa di lab itu ada hantunya. Fadhli — teman saya — tetap aja berusaha meyakinkan saya kalau itu cuma halusinasi atau suara dari lab sebelah. Tapi, kok rasanya masih janggal.

Jadi ceritanya begini. Beberapa minggu lalu, saya ikut menginap dengan Fadhli di lab. Saat itu dia fokus mengerjakan tesisnya dan saya mencoba mengerjakan konsep rancangan untuk alat HITS (Horizontal Impact Testing System). Tiba-tiba lampu mati, sedangkan hujan di luar deras banget. Berbekal senter dari handphone, kita menuju ke student corner untuk makan dulu. Siap makan, kita kembali lagi ke lab.

Di lab, Fadhli mengambil wudhu dan shalat. Biasanya, kita shalat di ruangan S3, ada tempat shalat kecil di sana. Dan saat shalat itu, tiba-tiba Pak Kasda menelepon-ku. Saya katakan bahwa Fadhli sedang shalat, karena saya juga berada di ruangan S3. Ada suara seperti orang sedang shalat di balik lemari tempat yang biasa digunakan untuk shalat.

Yang mengerikan, saat saya selesai menutup telepon. Saya mengintip ke tempat shalat, untuk memberitahukan bahwa Pak Kasda tadi telepon. Eh, ternyata, tempat shalat itu kosong. Dan ketika saya beranjak ke pintu mau keluar (karena bulu kudu sudah merinding), tiba-tiba Fadhli muncul dari ruangan shalat yang lain yang ada di samping ruang kelas. Saat itu, bulu kuduk saya semakin merinding.

(more…)

sufi

Menjadi Gila

Aku merasa ketakutan. Aku takut temanku akan menjadi seperti aku yang dulu. Mereka yang mencintai Tuhan lantas menjadi gila. Ya, mereka yang gila ketika merasa bahwa dirinya dan Tuhan adalah sama. Seperti Al-Hajjah dengan “Ana Al-haq“-nya.

Kepadanya berkali-kali aku ingatkan. Berhati-hatilah menempuh jalan yang itu. Jalan yang mudah membuatmu tersesat dan menyesatkan. Bahkan, seperti aku yang dulu, yang bahkan tidak menyadari kesesatan itu sendiri. Mereka yang berpikir tentang Tuhan sebagai tujuan dan mulai melupakan jalan. Mereka yang percaya, bahwa ada banyak jalan menuju Tuhan. Tentang Tuhan yang tidak akan bertanya, dari jalan mana engkau menempuh. Tuhan yang abai, apakah engkau datang dari api atau dari berhala. Atau dengan sujudmu walau engkau berkata bahwa dia adalah yang bertiga.

Mereka yang berbicara tentang cinta. Dan sungguh engkau melihat mereka datang dengan cahaya dan air yang ada pada kedua tangannya, padahal sesungguhnya yang mereka bawa adalah api. Yang akan membakarmu tak bersisa. Yang akan meninggalkanmu dalam ronta. Mengikat lehermu, lantas menuntunmu menuju neraka.

Pernahkah engkau mendengar, tentang mereka yang telah berhasil disesatkan. Orang-orang yang menjadi engan berdiri, ruku, dan sujud. Bagi mereka, rapalan nama Tuhan telah sangat cukup. Bahwa mereka telah berada di atas tempat paling tinggi, di mana segala bentuk sujud menjadi nisbi. Atau tentang mereka yang menolak lapar, dan memasukkan segala bara ke dalam perut. Atau orang-orang yang berjalan di sisi jurang.

(more…)