Automatic Proxy Script

proxy

Kadang suka malas, setiap ganti koneksi harus mengganti proxy. Misalnya, saat di kampus, saya harus mengganti proxy menggunakan proxy kampus agar dapat terhubung ke internet. Begitu juga di kosan, kadang harus mengganti proxy agar dapat membuka website-website yang diblokir oleh pemerintah Indonesia, seperti situs mangapanda.com tempat favorit saya untuk membaca manga One Piece dan Naruto.

Awalnya saya menggunakan foxyproxy, tetapi addons itu cuma ada di browser Firefox. Sedangkan di Internet Explorer dan di Google Chrome tidak ada.

Akhirnya saya menemukan cara untuk melakukan automatic proxy script. Sudah lama sih ada, hanya saja saya yang telat tahu. Hehehe… Dengan menggunakan automatic proxy script ini, saya tidak perlu lagi direpotkan dengan usaha mengganti proxy. Cukup cek lingkungan IP, atau website khusus yang ingin saya daftarnya untuk menggunakan proxy khusus.

Continue reading Automatic Proxy Script

Saya Takut!

closed
sumber: wired.co.uk

Beberapa waktu yang lalu, saya ngobrol dengan seseorang tentang keinginan saya menutup blog ini. Seseorang itu lantas bertanya, “kenapa?”

“Saya takut,” jawab saya saat itu.

Sudah beberapa hari ini saya takut dengan blog saya sendiri. Sesuatu yang mulai saya tulis sejak bertahun-tahun yang lalu. Tentang perjalanan hidup, sakit hati, menyakiti, disakiti, bahagia, kebanggaan, kekecewaan, dan segalanya. Namun, bukan itu yang saya takuti, tetapi lebih ketika saya menuliskan apa yang saya rasakan tentang Tuhan, dan bayangan-bayangan saya mengenai Dia.

Seperti tentang tulisan saya yang berjudul “Evolusi Terakhir“, bagaimana saya menceritakan tentang Tuhan yang memeluk, yang tersenyum, untuk segala lika-liku perjalanan hidup ini. Boleh jadi, apa yang saya tulisankan itu amat sangat tidaklah pantas.

Atau seperti cerpen saya yang berjudul “Kathmandu” dan “Kepak Sayap-sayap Tumpul“, betapa saya terlalu berani melangkah dalam kebutaan. Seperti para rabbi yang diceritakan, mereka yang mereka-reka tentang Tuhan.

Jika saya mati, apakah semua kesesatan yang pernah saya catat ini akan terus ada? Mengaliri dosa seperti umpama pada sedekah jariyah, maka ini adalah dosa jariyah. Itu yang saya takutkan.

Continue reading Saya Takut!

Berubah!

Lari
sumber: dbagus.com

Tadi pagi saya kembali lari pagi di Saraga bersama Yura setelah sekian lama tidak lari. Kalau lagi duduk di depan komputer, kadang suka geli kalau lihat ke bawah, ini perut kok seperti manusia hamil 5 bulan. Hahaha, kacau!

Aneh tapinya. Awalnya saya masih sanggup keliling 4 putaran tanpa henti, sekarang kok cuma 2,5 keliling. Lha, sisa 1,5 lagi ke mana? Benar-benar makhluk lemah saya ini. Fufufu…

Dan kadang, kalau dipikir-pikir, saya lari segitunya, capek, eh setiap selesai pasti aja makan bubur ayam plus pocari sweet. Sama aja bohong ya, hahaha… Tapi ga bohong juga sih, karena bagi saya lari itu bukan buat kurus-kurusan dan membentuk tubuh, tetapi bagaimana bisa tetap bugar. Karena jika mau jujur, pola hidup saya sama sekali buruk. Terkadang, saya makan cuma sekali dalam sehari, atau dua kali sehari. Tergantung isi dompet 😉

Jika dilihat dari apa yang saya alami, maka benar adanya, jika hidup itu perlu dipaksa agar menjadi lebih indah. Memang, menikmati hidup itu menyenangkan, tapi pasti ada efek negatif ke depannya. Misal, saya suka sekali malas belajar, jadinya terus saya tertinggal jauh dari teman yang lain dalam berbagai hal. Saya memang menikmati kemalasan itu, tapi waktu yang terus berputar membuat kemalasan berbalik menjadi bumerang.

Beberapa hari ini saya coba paksakan diri untuk melakukan hal di luar kemalasan saya. Seperti: membersihkan kamar, 1 day 1 juz, membantu orang-orang, baca-baca buku kuliah, dan sebagainya. Sampai-sampai, kertas yang saya tempelkan di dinding saya baca ulang.

JIKA KAMU TIDAK SEBAIK MEREKA, KAMU CUMA PERLU BERUSAHA LEBIH KERAS UNTUK MENGEJAR MEREKA. ALLAH BERSAMAMU! :)

Continue reading Berubah!

Perlakukan Semua Makhluk Dengan Sepantasnya

Saya melihat video ini di Youtube dan merasa sangat sedih. Mengapa hewan diperlakukan dengan sedemikian rupa? Tanpa rasa belas kasihan, tanpa rasa terima kasih.

Dalam Islam, hal demikian sangat terlarang. Cuma boleh memakan hewan yang disembelih dengan menyebut nama Allah dan dengan sebaik-baik penyembelihan. Itulah mengapa teramat dianjurkan untuk menajamkan pisau setajam-tajamnya sebelum menyembelih hewan. Jangan sampai ada penderitaan saat mereka mengakhiri kehidupan.

Semoga video yang saya lihat, segera berakhir dan tidak ada lagi penyiksaan terhadap hewan.